Weton Jodoh 25, Mengapa Selalu Dihindari Para Orangtua?

Weton Jodoh 25, Mengapa Selalu Dihindari Para Orangtua?

Jodoh, rezeki, dan maut adalah Tuhan yang menentukan. Namun, untuk mendapatkan yang terbaik, manusia harus selalu mengusahakannya. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakan ramalan weton sebagai cara mencari jodoh. Percaya tidak percaya, hal ini masih dilakukan bahkan di zaman modern seperti ini dan sebagian orang meyakininya sebagai ketentuan mutlak, karena dianggap berpengaruh pada masa depan pernikahan sepasang pengantin. Dari sekian banyak kepercayaan, weton jodoh neptu 25 adalah yang paling dihindari para keluarga. Namun, mengapa demikian?

Weton, atau hari lahir dalam tanggalan Jawa hingga saat ini masih digunakan untuk menentukan kepribadian, masa depan pekerjaan, hingga perjodohan. Dalam perjodohan sendiri, ada istilah hitung-hitungan kecocokan antara tanggal lahir calon pengantin wanita dan pria. Apabila dari tanggal lahir keduanya dihasilkan neptu 25(selawe), mitosnya mereka akan mendapatkan masa depan yang buruk. Masa depan yang mengancam tersebut antara lain meliputi:

  1. Tibo Pati

Tibo artinya jatuh, pati artinya mati. Tibo pati berarti hal-hal yang berkaitan dengan kematian. Calon yang memiliki neptu 25, dikhawatirkan masa depan keduanya akan diwarnai dengan kematian. Entah salah satunya yang mati terlebih dulu atau yang lainnya. Siapa pun pasti tidak ingin mendapat masa depan seperti itu. Meskipun pada akhirnya semua manusia akan mati, tetapi beberapa orang percaya hal ini sangat buruk untuk masa depan pernikahan.

  1. Bale Kedhawang

Bale artinya teras, kedhawang artinya kejatuhan, jadi bale kedhawang artinya kejatuhan teras. Maknanya, rumah tangga yang dibangun akan selalu dijatuhi sesuatu yang buruk, seperti musibah yang terus berdatangan dan lain sebagainya. Siapa pun tentunya tidak ingin mendapat musibah dalam hidupnya.

  1. Larangan Tanpa Penangkal

Orang tua selalu melarang pasangan yang ketemu 25 untuk menikah karena dianggap tidak ada penangkal dari kesialan yang akan terjadi di masa depan.

Namun, pasangan yang ketemu 25 sebenarnya bisa ditangkal dengan cara menikah di hari-hari baik yang dinamakan Satriyo Wibowo. Hari Satriyo Wibowo itu biasanya terjadi pada kamis legi, senin pahing, jumat pon, sabtu wage, atau minggu kliwon.

Hal-hal mengenai weton jodoh ini boleh saja dipercaya, tapi jangan sampai lupa bahwa masalah dalam hidup semuanya ditentukan oleh Tuhan.

About the author

shares